Pendidikan Vokasi dan Pendidikan Kejuruan



Pagi ini saya membaca tentang pendidikan vokasi di koran Kendari Pos edisi tanggal 3 November 2016. Muncul dibenak saya, apa bedanya pendidikan vokasi dengan pendidikan kejuruan ?.
Saya kemudian browsing tentang hal tersebut. Dan menemukan beberapa hal sebagai berikut:

Pendidikan vokasi dikelola oleh perguruan tinggi. Minimal diploma 1. Pendidikan untuk menghasilkan keahlian tertentu. Tujuannya agar lulusan pendidikan vokasi mampu menciptakan lapangan pekerjaan bidang keahlian tertentu.

Pendidikan Kejuruan adalah pendidikan untuk menghasilkan keahlian tertentu. Tujuannya agar lulusan pendidikan kejuruaan mampu dan siap bekerja pada lapangan pekerjaan bidang keahlian tertentu.

Perbedaan mendasar antara pendidikan vokasi dan pendidikan kejuruan adalah :

  1. Pendidikan vokasi oleh perguruan tinggi dan memiliki gelar keahlian. Pendidikan kejuruan oleh SMK dan tidak memiliki gelar keahlian
  2. Lulusan pendidikan vokasi diharapkan menciptakan lapangan pekerjaan keahlian tertentu. Lulusan pendidikan kejuruan diharapkan langsung dan siap bekerja di lapangan pekerjaan keahlian tertentu.

Acuan hukum dapat dilihat pada Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Buat rekan-rekan pembaca yang ingin menambahkan, mohon dishare informasinya.
 

Tutorial Ulead Visual Studio 11, pendekatan praktek



Buku sederhana ini, saya beri judul, tutorial Ulead Visual Studio 11, pendekatan praktek. Sengaja saya tambahkan kalimat “pendekatan praktek” agar pembaca dan pengguna buku ini langsung dapat mempraktekkan isi buku ini tanpa harus mendalami teori-teori yang terkadang memusingkan kepala.

Ulead visual studio 11 adalah salah satu dari sekian banyak software editing video. Software ini saya pilih karena memudahkan pengguna (user friendly) dan tidak susah mendapatkannya. Buku yang mengulas tentang ulead visual studio 11 memang sudah banyak yang tersedia. Kekhasan buku ini adalah “pendekatan praktek”. Dengan mengikuti langkah-langkah dalam buku ini, anda dapat melakukan editing video anda menjadi lebih baik dan menarik.

Terdiri dari 8 (delapan) modul praktek. Praktek-praktek yang merupakan dasar dan sering digunakan dalam editin video.  Modul 1 (praktek membuat judul film). Modul 2 (memotong film). Modul 3 (menyisipkan animasi antar clip film). Modul 4 (memisahkan suara dari film). Modul 5 (menambahkan lagu dan narasi pada film). Modul 6 (menyisipkan teks pada film). Modul 7 (membuat kombinasi dua film). Dan modul 8 (merender video).

Buku ini cocok untuk anda yang pemula dalam proses editing film, terlepas dari apapun profesi anda. Anda dapat mendokumentasikan video-video pribadi anda seperti acara ulang tahun, wisuda, aqiqah anak, liburan atau bahkan anda ingin ikut konteks lomba film amatir.

Harapan saya semoga buku ini dapat bermanfaat buat anda.
Silahkan gandakan buku ini dengan utuh tanpa merubah isinya dan bukan untuk kepentingan bisnis

Untuk mendownloadnya silahkan klik link berikut:

MENGGAMBAR PETA DENGAN ARCGIS 10



MENGGAMBAR PETA DENGAN ARCGIS 10.1, TUTORIAL UNTUK PEMULA

Pelajaran menggambar peta telah kita pelajari sejak di bangku sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Materi peta buta dimana guru meminta siswa untuk menentukan nama-nama lokasi ibukota negara, nama negara, provinsi, kabupaten, lautan, danau, sungai dan objek lain di peta, pengenalan garis lintang dan garis bujur, sertamenyebutkan posisi Indonesia dalam sistem koordinat geografi.

Buku sederhana ini dirancang untuk Anda yang masih pemula dalam menggunakan software ArcGIS. Terdiri dari tujuh bab, mulai dari pengenalan Sistem Informasi Geografis hingga pencetakan sebuah peta. Dalam mempraktikkan melukis peta, diuraikan tahap demi tahap disertai dengan gambar, sehingga pengguna buku ini mampu untuk melakukannya sendiri.

Buku ini menggunakan pendekatan menyelesaikan satu proyek, sehingga mempraktikkan dari Bab I sampai Bab VII secara berurut akan mampu melukis peta secara utuh.
Rincian materi dalam buku ini adalah sebagai berikut:


BAB I PENDAHULUAN
A.      Sistem Informasi Geografis (SIG)
B.      Manfaat SIG
C.      Komponen SIG
D.      Apa itu ArcGIS ?
BAB II GEOREFERENSI
A.      Apa itu georeferensi?
B.      Membuat peta tergeoreferensi
BAB III LAYER
A.      Membuat layer polygon (bidang)
B.      Membuat layer polyline (garis)
C.      Membuat layer point (titik)
BAB IV DIGITASI
A.      Melukis layer polygon
B.      Melukis layer polyline
C.      Melukis layer point
BAB V EDITING
A.      Memotong polygon
B.      Menghapus polygon
C.      Menggabungkan polygon
D.      Memotong polygon dengan polygon lain
E.       Memotong polyline dengan polyline lain
F.       Menyambung dua polyline
G.     Menghapus point
BAB VI SIMBOLISASI DAN LABELISASI
A.      Simbolisasi polygon
B.      Simbolisasi polyline
C.      Simbolisasi point
D.      Labelisasi
BAB VII LAYOUT
A.      Menentukan ukuran kertas
B.      Mewarnai background
C.      Memberi grid koordinat
D.      Menuliskan judul peta
E.       Menempatkan arah mata angin
F.       Mengatur skala bar
G.     Mengatur skala teks
H.      Menyusun legenda
I.        Memberi keterangan tambahan
J.        Mencetak peta
K.      Mengekspor peta
 

Buku ini ditulis oleh Wahyu Falah, M.Si dan diterbitkan oleh Andipublisher, Yogyakarta, tahun 2015.

Anda dapat memesan buku nya melalui link :
Atau kirim email ke waycev@gmail.com

SEJARAH ILMU LADUNI


SEJARAH ILMU LADUNI
(Perjalanan Nabi Musa as mencari Nabi Khidir as)

Buku ini ditulis oleh Muhammad Luthfi Ghozali dan diterbitkan oleh penerbit Abshor, Semarang.
Perjalanan Nabi Musa as bersama Nabi Khidir as diulas lengkap dalam buku ini. Dalam tulisan ini, saya menuliskan tiga tahapan perjalanan seorang murid (Nabi Musa as) dalam mencari dan berguru kepada seorang guru (Nabi Khidir as).

Perjalanan Tahap I

Perjalanan tahap pertama ini merupakan tahap pencarian seorang murid untuk menemukan guru pembimbing dalam rangka meningkatkan kualitas ilmu yang sudah dimiliki. Tahap pertama ini seorang murid harus mampu melaksanakan beberapa hal:
1.       Niat yang kuat dan bekal secukupnya
2.       Perjalanan mencari guru merupakan perjalanan dua dimensi ilmu pengetahuan. Ilmu Nabi Musa as adalah ilmu syari’at dan ilmu Nabi Khidir as adalaha ilmu hakikat. Perjalanan itu adalah bentuk pelaksanaan tarikat.
3.       Ada tempat pertemuan yang ditentukan
4.       Memiliki tujuan yang jelas
5.       Keyakinan bahwa sesungguhnya ilmu Nabi Musa as dan ilmu Nabi Khidir as hanya sebagian kecil dari ilmu Allah Ta’ala Yang Maha Luas.
6.       Fungsi Nabi Khidir as adalah sebagai guru pembimbing (guru mursyid) supaya seorang murid (Nabi Musa as) mendapatkan ilmu laduni yang diharapkan dari Tuhannya.

Perjalanan Tahap II

Perjalanan tahap kedua adalah usaha seorang murid untuk membangun komitmen (mubaya’ah) kepada guru mursyidnya. Janji seorang murid di hadapan guru mursyidnya hanyalah pelaksanaan syari’at secara lahir, sedangkan secara hakikat, sesungguhnya dia sedang berjanji kepada Allah Ta’ala dengan saksi guru mursyidnya. Beberapa tahapan dalam perjalanan tahap kedua ini diuraikan sebagai berikut.

1.       Tata cara pelaksanaan akhlaqul karimah Nabi Musa as kepada Nabi Khidir as sebagai gurunya:
a.       Nabi Musa as menempatkan dirinya sebagai pengikut dan memohon izin untuk dapat mengikuti Nabi Khidir as. “Hal attabi’uka” (bolehkah aku mengikutimu?).
b.      Nabi Musa as berkata,”Alaa antu’allimanii” (supaya engkau mengajariku ilmu). Sebuah pernyataan dan pengakuan terhadap kebodohan diri atas ke’aliman seorang guru yang diikuti.
c.       Nabi Musa as berkata,”Mimmaa ‘ullimta” (sebagian dari apa yang sudah diajarkan kepadamu). Seakan-akan Nabi Musa as berkata aku tidak mengharapkan engkau menjadikan aku sama ‘alimnya dengan dirimu, akan tetapi yang aku harapkan darimu hanya sebagian dari ilmumu.
d.      “Mimma ‘ullimta rusydan”. Mengandung pengakuan akan tingkat kualitas ilmu-ilmu yang dimiliki gurunya dan menunjukkan kebutuhan dirinya akan kemanfaatan imu tersebut, yang demikian itu menjadikan hati seorang guru tersanjung.
e.      Nabi Musa as berkata,”Hal attabi’uka ‘alaa antu’allimanii” (bolehkan aku mengikutimu supaya engkau mengajarkan kepadaku ilmu?). Merupakan kewajiban pertama bagi seorang murid adalah mengabdi kepada guru mursyidnya baru kemudian mencari ilmu darinya.
2.       Syarat seorang murid mendapatkan ilmu dari gurunya adalah “sabar” terhadap yang diperbuat oleh seorang guru. Sebagai tahapan ujian-ujian yang harus dijalani kepada dirinya. Tidak ada yang mengetahui yang ghaib kecuali Allah, maka jalan mencapai kesabaran itu hanyalah memohon pertolongan kepada Allah.
3.       “Dan aku tidak akan menentangmu dalam sesuatu apapun”. Kesabaran seorang murid menghadapi ujian-ujian yang diberikan seorang guru adalah hal yang wajib dilakukan. Ini akan menentukan keberhasilannya dalam menuntut ilmu.
4.       Jangan meminta diterangkan rahasia-rahasia di balik ujian itu sebelum guru itu sendiri yang memberitahukan kepadamu.

Perjalanan Tahap III

Bahwa orang yang paling berilmu tinggi itu ialah bilamana ia telah mampu menyampaikan ilmu orang lain ke dalam ilmunya sendiri dengan harapan mendapatkan satu kalimat yang dapat mendatangkan petunjuk dan hidayah Allah atau dapat menyelamatkan dirinya dari kehancuran.

Seorang murid mempelajari terlebih dahulu hikmah perbuatan-perbuatan gurunya sebagai konsekwensi pelaksanaan “kesepakatan” yang sudah disepakati, lebih-lebih perbuatan itu adalah perbuatan seorang guru yang sedang melatih dirinya.

Ilmu syari’at adalah ibarat bibit tumbuhan, pelaksanaan thariqah dan mujahadah ibarat menanam bibit-bibit dan menggarap tanah, sedangkan ilmu laduni atau ma’rifatullah adalah buah yang setiap saat dapat dipetik dari tanaman yang sudah tumbuh subur.

Orang yang mengenal dirinya sendiri, mengenal hak dan kewajibannya sebagai seorang hamba yang harus mengabdi kepada Tuhannya, mengenal kebutuhan hidupnya, mengenal tujuan hidup yang harus ditempuh dan dijalani, mengenal harus bagaimana dan untuk apa hidup dan mati ini diciptakan, mengenal tahapan-tahapan kehidupan yang sudah dan akan dijalani, maka pelaksanaan thariqah, baik sebagai pelaksanaan ilmu dan iman maupun secara kelompok adalah kewajiban dan sekaligus kebutuhan hidup yang harus dijalankan bagi setiap individeu orang yang beriman, baik untuk keberhasilan hidupnya di dunia maupun di akhirat. Orang yang demikian itu dinamakan orang yang “ma’rifatullah”. Ma’rifat (mengenal) dirinya sendiri dan mengenal urusan Tuhannya.